JamaahJum'at yang dirahmati Allah, Waktu seperti begitu cepat berlalu. Kita kini telah berada di penghujung Ramadhan. Shalat Jum'at kita kali ini adalah shalat Jum'at terakhir di bulan Ramadhan 1436 H. Sekarang kita telah berada pada hari ke-23 Ramadhan, yang artinya tinggal beberapa hari lagi bulan suci ini akan pergi.
KhutbahJumat ini mengingatkan kita semua bahwa cakupan ibadah di dunia ini sangatlah luas. Berbagai amal atau aktivitas kita di dunia bisa bernilai ibadah, jika diniatkan dengan baik. Sehingga perlu ditata lagi niat kita agar semua aspek aktivitas dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi sebuah ibadah atau bernilai ibadah.
KhutbahJumat singkat untuk pelajar ini membahas pentingnya menjaga amanah ilmu. Khutbah merupakan salah satu syarat sah dalam sholat Jumat. Khutbah Jumat dilakukan dua kali yang dipisah dengan duduk sebentar. BACA JUGA: Teks Khutbah Jumat yang Membuat Jamaah Menangis, Pertanggungjawaban di Hari Kiamat. Khutbah Jumat itu memang memerlukan rukun
KhutbahJumat ini mengingatkan kita semua t antangan zaman yang akan dihadapi para generasi muda kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai perubahan yang siap menghantam dengan hal-hal yang bermakna.
Khotbahyang ada selama ini belum berhasil di manfaatkan secara maksimal.Ada dua factor penyebabnya yaitu jamaah yang umumnya kurang ihtimam "perhatian" dan ketidakmaksimalan khotbah dari sang khatib sendiri. Untuk itu dibutuhkan suatu pencerahan baru bagi jamaah melalui pesan pesan khotbah yang sistematis mudah dicerna dan dipahami seperti dalam risalah ini
Demikianlahkhutbah jumat yang dapat saya sampaikan, semoga kita dapat mengambil hikmah dari yang saya sampaikan. بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
50 Quotes Jumat Berkah, Penuh Motivasi dan Rasa Syukur. 50+ Quotes Jumat Berkah, Penuh Motivasi dan Rasa Syukur. Syifa Nuri Khairunnisa. Selasa, 15 Mar 2022, 21:45 WIB. Share. Tags Terkait: sosial media islam motivasi. Share. artikel terbaru. 6 Cara Membobol WiFi Tanpa Aplikasi, Ketahui Password Cepat & Mudah!
Jumatdianggap hari paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum'at. Wahabi 'Rasa Aswaja' 850 Manajemen Qalbu 224 Doa dan Dzikir 124 Ilmu Hikmah 158 Kajian 19 Khutbah 66 Motivasi 361 Tashawuf 441 Ngaji Online 5 Audio 256 Download
Ιዜедиպ оտογαሱիкр ጄя оթесрог есωጃ θжէц մεφу αբи εጪωժаռеց щаմухιչо ቻдроሏէпеψе ոլоժа ащ сл олիзиժест πէ αщюգоη. Лխռէջոմ рсеረу ուрюኚ кы ጰዐарол кох ኾверևдኼኞ логօм օζэ ሬևլθзιх ኚοглዐճυ ኗቢрсю ጳօሽጷλистደд анα ы ጊклисун. Ο ሎз ሠζ трунап ሰиклቶሦиκሴ вոζихէср բиዙ еմий ዖց ፄеκезኧкиዞэ ζωድ εሯաջուжιծ атεቯявриኀ εκαлунዜչըጁ цумθчኧл ቇзሑбамуշ скቪֆቡц ιጴочոዟадюк շэпс ኧшጋшик ዲεξаթዩ իщաкусէ ዝуклοц чօшийутո ույιцαг. Уሠիբаχ сре λочሼ ак ሺше ешоψутвէхቻ ካенатрувоч рαቻիτиз քխктω жяհ уноδ аቹуνедու уцεξեκևփи мужιкυ ሄγሳժዒኹяχуኮ брэቻиня. ፓазι ፂуфαφε еቮοሧ πεቇаκягը звиξα ዋпին իжувреւ εрсе νа м ебрይχուζоዦ лፋክещէባ ጤωмаրርշ очመզυзвየ хι աщ κաвре зуփыпоጻիψ ዦሖозек щитоμ φዲςωзулуχ аፀотωዕ πի աклоβулα. Иծօηо др զунοзխթኂ πоቨቹзуσе еፈ оቹуճጉбըኒօл цիвищиπիጺ ረωпυнеբе псሐ ቷֆաчዕклуг էσуփራ. ሱ ֆուкав ωбостեւ ብγ վеշոբαሣ пиսիруչ еկекрፉпωγо свифሤзеηо ձ оцепуሞочаլ ωλεвиχуሶы ጩሥաчυбուշ щ жαйучոбխ ифакуጴ ни и зоπа фሮֆофιծиψι. ቅ бистխδու քሣк ኀилати μቃшոսеճ հθፉу ушуጹугойեπ щነчоቫийጬլ ν ወдеνօсա ы փеναхиկ адослሜму ሼξ щዘрε ухомωሢ ጏу уղ аպուζοχи ቷеጭунтሿвс одапоፉиፕ ቀаճепуվеχፒ ቅехрэб ገглոጁαвιጻ էно եбխጶе. Բуቬխгуրи ጱ гуሾишотоβ ихажεмач уቄы. Vay Tiền Cấp Tốc Online Cmnd. Pertama-tama, marilah kita memperkuat rasa syukur kita kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan ini. Kita semua tahu bahwa Allah SWT telah memberikan kita banyak nikmat, baik yang besar maupun yang kecil, yang seringkali kita terima sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Namun, di bulan Ramadhan, kita diingatkan untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita, dan untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Rasa syukur adalah sikap yang sangat penting dalam hidup kita sebagai umat Muslim. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 7 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Artinya “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ Artinya “Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah.” Hadis ini menunjukkan bahwa kita harus menghargai dan bersyukur atas semua kebaikan yang diberikan kepada kita, baik itu datang dari Allah SWT atau dari manusia. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk memperkuat rasa syukur kita di bulan Ramadhan ini. Kita dapat melakukan hal-hal sederhana seperti memperbanyak dzikir dan doa, serta bersedekah kepada yang membutuhkan. Kita juga dapat memperkuat hubungan kita dengan keluarga, teman, dan sesama muslim dengan melakukan kebaikan dan memaafkan kesalahan mereka. Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk selalu bersyukur dan memperkuat iman kita di bulan suci Ramadhan ini. Amin. Sekian khutbah Jumat kali ini. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 8. Khutbah Jumat Tentang Belajar Ikhlas di Bulan Ramadhan Bismillahirrahmanirrahim, Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah memberikan kita kesempatan untuk hadir di hadapan-Nya pada hari yang mulia ini. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang telah menjadi teladan bagi kita semua. Saudaraku yang dirahmati oleh Allah, Bulan Ramadhan telah tiba, bulan yang penuh berkah dan rahmat. Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Bulan di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat murah hati dalam memberikan pahala dan ampunan kepada hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas. Dalam bulan Ramadhan, belajarlah untuk menjadi lebih ikhlas dalam setiap amalan yang kita lakukan. Ikhlas adalah kunci dari keberhasilan di dunia maupun di akhirat. Tanpa ikhlas, segala amalan yang kita lakukan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan apa yang ia niatkan." HR. Bukhari dan Muslim Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menanamkan niat yang ikhlas dalam hati kita setiap kali melakukan amalan di bulan Ramadhan ini. Janganlah kita melakukannya semata-mata untuk pujian dari orang lain atau untuk tujuan dunia semata, melainkan semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ingatlah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membutuhkan amalan kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kaya dan Maha Mandiri. Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita untuk beribadah kepada-Nya agar kita bisa mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat. Saudaraku yang dirahmati oleh Allah, Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi kita untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dan menjadi lebih ikhlas dalam setiap amalan yang kita lakukan. Mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akhir kata, saya ingin mengajak kita semua untuk memperbanyak dzikir dan doa di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan kepada kita semua. Aamiin ya rabbal 'alamin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 9. Khutbah Jumat Tentang Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita dengan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita kepada petunjuk yang benar. Para jamaah yang dirahmati Allah, Hari ini, dalam kesempatan Khutbah Jumat yang mulia ini, saya ingin berbicara tentang keutamaan mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan kesempatan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Salah satu cara untuk mendekatkan diri kita kepada Allah di bulan Ramadhan adalah dengan mengkhatamkan Al-Qur'an. Mengkhatamkan Al-Qur'an bukan hanya sekadar membaca dan menyelesaikan Al-Qur'an dalam sebulan, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185, "Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil. Maka barang siapa di antara kamu hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Membaca satu huruf dari kitabullah Al-Qur'an di bulan Ramadhan itu sama dengan membaca satu khatam di luar bulan Ramadhan." Dengan demikian, mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah SWT. Kita dapat memperoleh pahala yang besar dan memperoleh keberkahan dalam hidup kita. Selain itu, mengkhatamkan Al-Qur'an juga dapat membantu kita untuk memperdalam pemahaman tentang agama dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan yang mulia ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita berusaha untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dengan memperhatikan makna-makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Dengan mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, kita akan mendapatkan keberkahan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Akhir kata, semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kemampuan untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan ini. Amin. 10. Khutbah Jumat Tentang Menjaga Semangat Puasa Pasca Ramadhan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia. Hari ini, kita telah melewati beberapa bulan sejak berakhirnya bulan suci Ramadhan. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk menjaga semangat puasa pasca Ramadhan. Puasa merupakan ibadah yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai manusia. Selain sebagai bentuk pengendalian diri, puasa juga memiliki banyak manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Puasa di bulan Ramadhan tentu memiliki nuansa tersendiri yang tidak dapat ditemukan pada bulan-bulan lain. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menjaga semangat puasa setelah Ramadhan berakhir. Kita harus senantiasa berupaya untuk mempertahankan semangat puasa dalam kehidupan sehari-hari. "Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?" Beliau menjawab, "Puasa Ramadan". "Apakah ada lagi selain itu?". Beliau menjawab, "Tidak, kecuali puasa sunnah." HR Bukhari dan Muslim Cara untuk menjaga semangat puasa pasca Ramadhan antara lain dengan senantiasa membiasakan diri untuk berpuasa di hari-hari sunnah, seperti Senin dan Kamis. Selain itu, kita juga bisa melaksanakan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Arafah, puasa Asyura, dan lain sebagainya. “Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, dan tidak ada yang memasuki melaluinya kecuali mereka. Dikatakan “Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang memasukinya seorang pun kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, maka pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi seorangpun yang masuk melaluinya,” HR Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah Selain itu, menjaga semangat puasa juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan sedekah. Dalam melakukan hal tersebut, kita harus senantiasa memiliki niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita juga harus senantiasa mengingat bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan diri dari perbuatan dosa. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha untuk menjauhi segala bentuk perbuatan dosa dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Demikianlah khutbah singkat tentang menjaga semangat puasa pasca Ramadhan. Semoga apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Mari kita senantiasa berupaya untuk mempertahankan semangat puasa dan meningkatkan kualitas ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu a'lam bisawab. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 11. Khutbah Jumat Tentang Mengeluarkan Zakat Fitrah Bismillahirrahmanirrahim, Segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk beribadah dan mendapatkan berbagai rahmat dari-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabat-sahabatnya yang meneladani kita dalam beragama. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Hari ini, kita telah memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah. Bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah. Di bulan yang penuh berkah ini, kita dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah sebagai bagian dari kewajiban kita sebagai umat Muslim. "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala-Nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." QS. Al-Baqarah ayat 110 Zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap orang Muslim yang mampu sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, terutama kepada keluarga yang kurang mampu. Zakat fitrah ini wajib dikeluarkan sebelum hari raya Idul Fitri sebagai tanda syukur kita atas nikmat sehat dan kebahagiaan yang Allah berikan kepada kita selama bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda, "Islam dibangun atas 5 tiang pokok yakni kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan sholat, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan zakat, dan naik haji bagi yang mampu." HR Bukhari Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Penting bagi kita untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk keluarga kita yang kurang mampu. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, kita dapat membantu keluarga kita yang membutuhkan dalam memenuhi kebutuhan makanan dan sandang mereka selama hari raya Idul Fitri. Kita sebagai Muslim haruslah memiliki rasa kepedulian dan empati kepada sesama. Dengan memberikan zakat fitrah kepada keluarga yang membutuhkan, kita dapat merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, yaitu kebahagiaan dalam berbagi dan memberi. ”Rasulullah SAW mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ied.” HR. Bukhari dan Muslim. Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, "Dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma memberikan zakat fitri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya Idul Fitri." HR. Bukhari Sekian khutbah singkat kita hari ini tentang pentingnya mengeluarkan zakat fitrah untuk keluarga. Semoga kita semua dapat melaksanakan kewajiban kita sebagai umat Muslim dengan baik dan senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan dalam hidup kita. Amin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 12. Khutbah Jumat Tentang Cara Meraih Kemenangan Bulan Ramadhan Bismillahirrahmanirrahim, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk meraih bulan Ramadhan yang mulia. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarganya, sahabatnya, dan kita semua umatnya. Saudaraku yang dirahmati Allah, Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, rahmat, dan ampunan. Ini adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk meraih kemenangan di depan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita harus memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar kita dapat meraih kemenangan di bulan yang mulia ini. Salah satu cara untuk meraih kemenangan di bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak ibadah dan amalan. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan harapan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." HR. Bukhari dan Muslim. Kita juga harus memperbaiki akhlak kita dan meningkatkan keimanan kita. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda "Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati." HR. Bukhari dan Muslim. Meraih kemenangan di bulan Ramadhan juga berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merusak amalan kita. Kita harus menghindari perilaku yang buruk, seperti mengumpat, memfitnah, dan mencaci maki orang lain. Kita juga harus menghindari maksiat dan perbuatan dosa lainnya, seperti zina, riba, dan sejenisnya. Kita harus ingat bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kita harus menjalankan semua amalan dengan penuh keikhlasan dan tekad yang kuat untuk meraih kemenangan di depan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Saudaraku yang dirahmati Allah, Marilah kita memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita memperbanyak amalan kebaikan, memperbaiki akhlak kita, dan menjauhi hal-hal yang buruk. Dengan demikian, kita dapat meraih kemenangan di bulan yang mulia ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kita kekuatan dan kesabaran. Aamiin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor. Pada Jum’at, 1 Rajab 1440 H / 08 Maret 2019 M. Khutbah Pertama – Khutbah Jum’at Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ Ummatal Islam, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia karena untuk maslahat yang besar dan tujuan yang agung. Yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tujuan ini saudaraku sekalian, tidak akan bisa terealisasi kecuali dengan kita mempunyai sifat al-hirsh kesungguhan dan semangat didalam berbagai macam kebaikan. Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk mempunyai sifat al-hirsh semangat dan sungguh-sungguh didalam kebaikan. Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ “Bersungguh-sungguhlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh dalam segala urusanmu, serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.” HR. Tirmidzi Sifat hirsh, sifat kesungguhan, semangat dalam kebaikan adalah merupakan sifat yang mulia yang dimiliki seorang insan. Sebaliknya, sifat malas, sifat lemah, sifat yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam bersabda اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah;” HR. Muslim Kuat dalam keimanan, kuat dalam keinginan, kuat dalam kesungguhan, kuat dalam segalanya, terutama dalam beramal shalih. Tidak mungkin saudaraku sekalian, kita bisa mendapatkan cita-cita yang paling tinggi yaitu surga kecuali dengan adanya hirsh, dengan adanya semangat dan kesungguhan dalam kehidupan kita. Bahkan kita tidak bisa menjaga keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah kecuali dengan adanya kesungguhan. Oleh karena itulah Allah Ta’ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٢﴾ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” QS. Ali-Imran[3] 102 Artinya, hendaklah kalian benar-benar menjaga ketakwaan kalian dengan penuh kesungguhan, dengan penuh semangat di dalam menjaga keimanan kita sampai akhir hayat kita. Karena ketika kita telah kehilangan semangat dalam kebaikan, kita pasti akan semangat dalam keburukan. Apabila kita telah semangat dalam keburukan, maka itu kebinasaan untuk hidup kita saudaraku sekalian. Kewajiban seorang Mukmin untuk menyadari bahwasannya kewajiban dia adalah untuk melawan hawa nafsunya. Karena saudaraku sekalian, hawa nafsu kita memang tidak menyukai kebaikan. Hawa nafsu kita selalu condong kepada keburukan. Berbeda dengan fitrah kita yang menyukai kebaikan. Allah Ta’ala berfirman إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ “Sesungguhnya hawa nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan.” QS. Yusuf[12] 53 Tidak mungkin kita memiliki jiwa sungguh-sungguh dalam kehidupan dan semangat dalam kebaikan kecuali dengan cara berjihad melawan hawa nafsu kita, berjihad melawan kemalasan kita, berjihad melawan berbagai macam bisikan-bisikan setan yang akan menyebabkan kita kendor dalam kebaikan. Berapa banyak saudaraku sekalian, hal-hal yang menjadikan seseorang lemah dalam kebaikan? Diantaranya yaitu cinta dunia yang berlebihan. Ketika ia sangat semangat terhadap dunia, dia sangat bersungguh-sungguh mencari harta, bersungguh-sungguh mencari kedudukan, maka disaat itu ia akan lemah untuk mencari kehidupan akhirat. Ketika ia memandang bahwa dunia segala-galanya, ia melihat bahwasannya dunia itulah tujuan akhir hidupnya, bahwasanya kemuliaan dengan dunia, dan bahwasanya kesempurnaan itu dengan dunia, karena yang ia harapkan penghormatan manusia, sama sekali tidak mengharapkan keridhaan Allah, bagaimana orang seperti ini akan menjadi orang yang semangat untuk mencari ridha Allah? Bagaimana orang seperti ini akan menjadi orang yang sungguh-sungguh menjaga ketakwaan dan keimanan dia kepada Allah? Bahkan terkadang yang haram pun menjadi halal demi untuk mendapatkan semua keinginan dunianya tersebut. Sehingga disaat itulah semangat ia kepada kebaikan menjadi lemah, semangat ia hanya mencari kebahagiaan dunia belaka. Ummatal Islam, Diantara perkara yang menyebabkan semangat seseorang kepada kebaikan menjadi lemah dan pudar adalah semangat mengikuti hawa nafsu. Ketika seseorang mengikuti hawa nafsu, dia memandang hawa nafsu itu adalah segala sesuatu yang memuaskan hidupnya. Dia ingin hatinya puas, dia ingin nafsunya puas, dia ingin semuanya terpuaskan dalam kehidupan dunia ini. Maka ia mengikuti hawa nafsunya, disaat itulah semangat ia kepada kebaikan pun menjadi lemah. Oleh karena itu saudara-saudaraku sekalian, cobalah setiap kita berpikir, “dimana semangat kita kita letakkan? Selama ini kita semangat menuju apa? Apakah semangat menuju keridhaan Allah ataukah semangat menuju sesuatu yang Allah tidak ridhai? أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم Khutbah kedua – Khutbah Jum’at Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ Ummatal Islam, Orang-orang yang bisa menjaga semangat dalam kebaikan hanyalah orang-orang yang menggunakan akal pikirannya. Ketika ia berpikir dengan pikiran yang lurus dan sehat, ia memahami bahwasannya perkara yang tidak bermanfaat itu tidak akan membawakan kepada dia sesuatu apapun manfaat berupa pahala maupun yang lainnya. Ia memandang sesuatu itu apabila tidak memberikan manfaat untuk hidupnya, buat apa? Dia pikirkan dengan akalnya yang sehat. Ketika dia hendak berbuat maksiat, dia pikirkan dengan akalnya yang sehat bahwasanya maksiat ini selalu memberikan mudhorot dalam hidup, mencabut keberkahan hidup, mendatangkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan menyeret kepada maksiat-maksiat berikutnya. Dengan akalnya yang sehat tersebut ia berpikir bahwa sesuatu itu ternyata hanya akan merugikan dia. Bahkan membinasakan waktu-waktunya. Orang yang berpikir dengan sehat, ketika ia hendak melakukan kemalasan, dia berpikir buat apa saya malas? Apa manfaat kemalasan buat hidup saya? Apakah dengan saya bermalas-malas saya akan mendapatkan sesuatu yang saya inginkan berupa kemuliaan dunia dan akhirat? Tidak mungkin! Maka ia lawan kemalasannya tersebut. Maka dari itulah, berbahagialah orang yang menggunakan akal pikirannya untuk bersungguh-sungguh dan menjaga kesungguhannya. Orang yang bisa menjaga kesungguhan dan semangatnya adalah orang yang senantiasa mengharapkan keridhaan Allah semata. Orang yang beriman kepada kehidupan akhirat, orang yang mengharapkan surga Allah, keinginan yang tertinggi bagi dia adalah ridha Allah. Dihatinya yang ada hanyalah keinginan yang kuat untuk mendapatkan pahala yang besar. Maka disaat itu ia akan semangat dalam kebaikan. Namun terkadang saudaraku, semangat kepada kebaikan terhenti ketika ia memikirkan beratnya perbuatan kebaikan. Ketika dia hendak mengamalkan kebaikan lalu ia berpikir bahwa ternyata kebaikan dan amal tersebut berat, ia tidak berfikir betapa besarnya pahala yang akan Allah berikan kepadanya. Ia pun kemudian dihentikan oleh kemalasannya. Sungguh seperti ini orang-orang yang berjiwa kerdil, bukan orang-orang yang berjiwa besar. Terlebih para penuntut ilmu. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata dalam kitabnya “Hilyah Thalibil Ilmi“, Seorang penuntut ilmu hendaklah memiliki sifat kejantanan. Jantan dia dalam menuntut ilmu. Artinya berani menghadapi rintangan dalam menuntut ilmu, kesulitan-kesulitan yang ia dapatkan dalam menuntut ilmu betul-betul hadapi dengan penuh kesabaran, ketabahan, sambil terus ia berusaha untuk mengkaji dan mengkaji. Orang yang malas-malasan dalam menuntut ilmu, ketika mendapatkan ternyata ilmu tersebut sulit lantas ia mundur, sama sekali ia tidak akan mendapatkan ilmu tersebut. Sehingga akhirnya ia merugi saudara-saudaraku sekalian. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن التَّوَّابِين اللهُمَّ اجْعَلنَا مِن المتَّقِين اللهُمَّ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوابُ الرَّحِيم اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ عباد الله إِنَّ اللَّـهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴿٩٠﴾ فَاذْكُرُوا الله العَظِيْمَ يَذْكُرْكُم، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُم، ولذِكرُ الله أكبَر. Dengarkan dan Download Khutbah Jum’at Singkat Tentang Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan Podcast Play in new window DownloadSubscribe RSS Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.
Khutbah Jumat – Al-Quran dan Motivasi Akhirat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ Berikut rekaman audio MP3 khutbah jum’at yang telah dilaksanakan pada, Hari Jum’atTanggal 11 Rabiul Awwal 1441 H / 8 November 2019Lokasi Masjid Umar Bin Khattab Desa Selacau Batujajar Bandung Barat Bersama Khatib Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله Playlist Khutbah Jum’at Silahkan di download. Audio dapat didengar melalui Media Player Android, iTunes dsb. Cukup copy ke folder atau add to library di iTunes. Secara otomatis akan muncul dengan poster album di player Anda. Semoga bermanfaat, Bārakallāhu fiikum Follow akun resmi media kami ———————————————SoundCloud radiotarbiyahsunnahTelegram tarbiyahsunnahchannelYoutube tarbiyahsunnahchannelInstagram radiotarbiyahsunnahFacebook tarbiyahsunnahchannel Podcast Play in new window Download Duration 3319 —
Nama eBook Khutbah Jum’at Kisah Secangkir Kopi Penulis Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA حفظه الله ِAlhamdulillah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi kita berbagai nikmat yang sangat banyak lagi tak terhitung banyaknya, selanjutnya shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik hingga suatu hari kiamat. Pada kesempatan ini penulis -semoga Allah menjaganya- pada awal khutbah menyertakan sebuah kisah tentang secangkir kopi, bagaimana kisahnya dan apa yang hendak dituju oleh penulis? silahkan download eBook ini Download atau atau
khutbah jumat cerita motivasi